Jumat, 04 Januari 2013
apaan aja
minggu kemaren gua ama keluarga gua pergi. pergi ke kampung halaman nenek kakek dari bokap gua. ya! Makassar! kota pantai yang panas dengan kuliner berlimpah yang menggampar lidah. banyak deh makanan yang kalo gua mau sebutin satu persatu, lo bakalan males baca blog ini. asli... Makassar juga menyediakan pemandangan indah, kalo kita ngadep nya ke depan (ke pantai) bukan ke airnya, (apa ya jelasinnya susah dah) karena di bibir pantai nya jorok, maap ya, cuma begitu realita nya banyak sampah berserakan, seperti timeline twitter yang disampahin ama orang-orang sok debat tai anjing. Tapi lebih mulia sampah di pantai di bandingkan mereka. Fuck buat mereka (orang timeline sampah).
Yang bisa gua ceritain sekarang adalah berjalan dengan keluarga emang penuh duka dan suka. Kenapa duka duluan? karena duka tidak bisa bebas pergi kemana saja. namanya orang tua kan gak tau pergaulan anaknya, jadi khawatiir, sebenernya si ya biasa aja, kagak macem-macem, cuma butuh kebebasan aja, seperti prinsip gua, kalo dateng ke tempat laen, jadilah orang sana, jadi lo musti bereluarga dengan orang baru yang bukan keluarga lo, dan menempatkan diri sebegai anak muda seumuran gw dan hidup dengan cara mereka. tapi dengan keluarga enggak, kita menjadi orang lain di tanah orang lain, yaaaa traveler basi lah.
suka nya ya karena biaya idup terminimalisir karena semua akomodasi dan kulinerisasi di tanggung. emang orang makassar kalo bikin masakan enak sih jadinya kalo lo bilang masakan luar yang lo bangga-bangga kan itu lo bilang paling enak, lo adalah orang yang penuh dengan pencitraan biar tercitra diri lo yang modern, open minded, dan tidak udik. bagi gua itu adalah sesuatu yang sangat menghina diri sendiri. gak ada salahnya kalo lo makan berger, frenchfries, susi, ato apalah namanya. silahkan. ampe duit lo abis juga itu hak lo. cuma jangan pencitraan. lo bukan marketing suatu makanan tersebut kan? jadi lo mempromosikan secara gratis buat bangsa lain dan itu adalah suatu kesalahan menurut gua. hahahahhaha
tapi ada juga orang-orang absurd di perjalan keluarga gua. cinta sekali akan masakan lokal tapi memperlakukan sebelum di santap nya sangat pencitraan. di foto dulu, instagram dan path dulu, baru dah makan. abis makan ya di pamer-pamerin dah tu rasa makanan itu. apa coba? makan ya makan aja, gak usah di pamerin. justru mengikis esensi makan lo tersebut, karena lo bagi-bagikan kepada orang lain. gak enak men! enjoy aja di lidah lo, gak usah lo pamerin ya kan, kan yang jadi tai juga hasil dari kunyahan lo, ngapain llo pamer-pamerin, beliin juga kagak. gua rasa yang bertanggung jawab atas budaya ini adalah bondan winarno dan acaranya serta kru-kru stasiun tv nya. kesan nya lo pecinta kuliner sejati yang gak bisa masak sama sekali, itu contoh orang yang tai anjeeeeeeeeng!
nah lain lagi dengan emosi masing-masing seseorang. pergi bersama orang lain, apalagi lebih dari 5 orang, bikin suara makin banyak gak beraturan. ada yang kesini ada yang kesana. ada yang kayak tai ada yang kkagak kayak tai. semua tumpah ruah. ada yang selow banget kayak gua, ada yang ribet banget, pokoknya persoalan tai bukan yang paling ribet, inti nya semua orang bisa menjadi tai tergantung sudut pandang orang. jadi disini gua belajar betapa besar karunia sang pencipta menciptakan mental seseorang yang bisa di analogikan seperti tai.
di sana gua juga belajar yang selama ini gua acuhkan, bahkan gua menjadi trendy fucker soal ini, daerah-daerah administratif! ya ini semacam angin kriuk buat gua dulu, gua sebodo amat soal ini, namun apa yang terjadi disana bikin gua penasaran dengan sendiri nya. gua mulai tau yang namanya kabupaten, kecamatan, kota dll. dengan sendiri nya, tidak ada paksaan. emang sesuatu kalo dipaksa gak asik cuy. justru gua berterima kasih sama tuhan karena gua telah diberi rasa penasaran yang lebih di bandingkan orang lain yang menyedihkan. gua belajar lebih banyak disini, budaya tata cara hidup dan lainnya. gua jadi tau orang-orang desa nguburin orang dimana dan lainnya. ah banyak lah...
di paragraf pertama gua menyinggung soal alergi. ya emang penyakit semacam ini menjadi momok buat gua, gua alergi obat cina, plester, udang dan kepiting. emang gak enak ya punya alergi, disaat orang bilabg kepiting dan udang itu enak banget gua cuma bisa menepisnya, seakan makan itu gak enak, demi harga diri. hahahaha. gua makan kepiting waktu di bone, dan alergi. nothing special.. alergi bukan sesuatu cerita seru yang seru buat di ceritain. jadi kalo ada orang yang bangga akan alergi ato apalah penyakit dan dia seru menceritakannya, katain aja tai!
sekian dari gua, semoga postingan gua diliat lagi. salam kedamaian dan penolakan terhadap generasi pencitraan. masih muda mah berkarya tong! neng! bukan pencitraan!
Senin, 20 Agustus 2012
Sabtu, 08 Januari 2011
Anak Gaul?
Barusan gw di chat sama temen gw, adek kelas gw, temennya temen gw, bocah yang yang mirip anak kampung belakang komplek gw.... hahahahhaha. gak, bercanda. Dia anak baik-baik kok (*Vomit), namanya Estu Cindy Amali, adik kelas gw di Swable angkatan 2009.
Dia lagi penelitian buat tugas kampus katanya. Ya semacam survei tampaknya. Tentang anak gaul. HA! ANAK GAUL. Ambigu sih bagi gw, kan bisa-bisa an orang bilang anak gaul itu anak yang senang bergaul, punya banyak teman dan sebagainya.. Tapi pemikiran gw gak kayak gitu ah. Gw menganggap 'anak gaul' itu adalah kata lain dari ABG (Anak Baru Gaul) HAHAHHAHA. Anak baru gede juga boleh.
Sebelumnya, si Cindy atau Acil ini ngasih pertanyaan sebagai berikut:
*Menurut kamu apa itu anak gaul?
*Dimana biasanya tempat yang sering dikunjngi anak gaul?
*Menurut kamu penting gak sih pendidikan dalam pergaulan?
*Apa dampak pergaulan dalam kehidupan sosialmu?
*Menurut kamu bagaimana kehidupan anak gaul jaman sekarang?
Standart sih.. Cuma bikin napsu juga jawabnya.. yaaa itung2 pembakar kalori lah pagi-pagi. HAHHAHA. Langsung gw berondong dengan jawaban seperti ini:
"Anak gaul adalah kata lain dari anak baru gede
jadi anak gaul itu gak bisa di artikan secara harfiah
anak gaul biasanya nongkrong di tempat yang ramai seperti cafe2 dsb
atau tempat2 dengan harga yang menengah ke atas
pendidikan sangat penting ndalam pergaulan
pendidikan menjaga kita dari hal2 negatif
seperti pendidikan agama
lalu pendidikan akademis juga membuat kita membuka wawasan dalam pergaulan dan menambah pengetahuan
pergaulan berdampak pada bertambahnya ilmu2 sosial dan pengalaman
sebut saja seperti :kita menjadi tahu bahwa orang2di luar sana itu banyak macamnya dan cara menghadapinya
kita juga menjadi punya banyak teman dengan bergaul (bukan anak gaul)
anak gaul berbeda dengan anak yang suka bergaul
kembali kepada pernyataan saya yang pertama kalau anak gaul adalah abg
kehidupan anak gaul jaman dulu sampe jaman skearang selalu sama yaitu mengikuti tren yang ada, tanpa pernah konsisten terhadapa satu keinginan
baik secara attitude, hobi, musik sampai fesyen dan treng gaya berbicara
mereka suka meniru apa yang menjadi hype di lingkungan mereka
adajuga yang membohongi diri sendiri dengan mengikuti tren yang ada demi sebuah eksistensi dirinya di hadapan teman2nya dan di lingkungan"
Mungkin jawaban gw ada yang berbeda dengan kalian? hehehe..
Sabtu, 21 Agustus 2010
Sandi dan rokok filternya yang Fenomenal!

Jumat, 20 Agustus 2010
Mengulas? Mengelas? Mengelus?
Selasa, 25 Mei 2010
Inilah aku 2 tahun kemudian.

Jumat, 14 November 2008
Yang asik di Malem Minggu
Sebelumnya saya perkenalkan, manusia yang 'di-asik-in', sama yang 'meng-asik-an'. Dua sahabat yang berlatar belakang berbeda, antara Batak dan PadangasiX. oke... Saya perlihatkan terlebih dahulu wajah mereka berdua. Sebuah potret yang tak pernah oleh waktu.
Yang di sebelah kiri, dengankemeja berkerah putih sambil mingkem
imut, itu lah yang 'meng-asik-an'.
Dan yang sedang megang
piring dengan pose bibir yang
CANTIK JELITA, itu yang 'di-asik-in'.
Ada sedikit rahasia di dalamnya. Si 'di-asik-in' rupanya menghianati kontrak pemakaian kondom untuk jangka panjang dengan si saudagar, mengingat kasus 'Peju bercampur darah di dalam' pada bulan Juni yang menggemparkan seluruh komunitas SEX 'EW'.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Kembali ke tema, yaitu malam minggu mereka berdua. Disaat waktu telah menunjukan pukul 22.00, dua orang pria tampan tersebut bergegas menaiki motor, membayar uang parrkir sebesar 2000 perak, lalu berangkat menuju daerah tujuan selanjutnya. Di balut dengan Sweater full print yang melindungi dada nya dari angin malam yang hangat kebetulan, mereka berjalan santai melewati jalanan-jalanan kota menuju kemang. (untuk lanjutannya saya males pake kalimat gegayaan NOVEL). Lagi di jalan, eh nabrak Anjing. Anjingnya kabur, tuh anak dua jatoh. Nih hasilnya, yang 'meng-asik-an' sih sehat walafiat, tapi yang di-asik-in, karena udah nasib ya begini...
Catatan si bon 10 Juli 2021
Kalo kata pepatah, "run allow me to set my mind free" itu bener. Semenjak rutin lari minimal 10km, pikiran saya bebas dari pikiran...
-
Masih ingat dengan Sandi? atau julukan kejamnya 'sandi macan'? bocah berusia 4 tahun yang punya kebiasan merokok seperti orang dewas...
-
Finally... Promnight Swable jalan juga... Hahaha, sebagai panitia yang nyampah, gw gak ngerasa-in yang namanya susah-susah cari dana, cari ...
-
Kamu pernah nge gombali cewek kan? Atau kamu yg baca ini cewek, kamu pasti pernah ngegombalin cowok kan? (biar kesetaraa gender he he). Gomb...

